5 Tempat dan Bangunan Bersejarah di Kota Balikpapan

Sebuah wilayah pastilah memiliki tempat serta bangunan yang menyimpan sejarah. Begitu pula kota Balikpapan, kota ini memiliki beberapa bangunan bersejarah. Apa saja tempat serta bangunan bersejarah yang terdapat di kota Balikpapan, mari kita simak tulisan berikut ini.

  1. Meriam di Gunung Meriam

Sesuai dengan namanya yang disematkan, di puncak gunung atau bukit tersebut terdapat dua buah meriam bersejarah peninggalan Jepang pada saat terjadi Perang Dunia II di Indonesia. Dua buah meriam yang terdapat dipuncak gunung ini terawat dengan sangat baik. Hal tersebut dikarenakan adanya undang-undang yang dibuat oleh pemerintah untuk melindungi  dan senantiasa merawat keberadaan meriam tersebut. Konon katanya meriam ini digunakan oleh Jepang untuk melawan Belanda. Selain meriam yang berada diatas gunung meriam tersebut terdapat pula meriam-meriam lain peninggalan Jepang yang ada diwilayah lain. Dahulu meriam-meriam tersebut digunakan untuk menjaga sumber minyak yang ada di wilayah Balikpapan. Tempat-tempat bersejarah di Balikpapan ini menjadi bukti adanya penjajah Jepang yang menduduki Balikpapan pada tahun 1940-an. Peninggalan dari Jepang ini sampai sekarang masih dijaga dan dilindungi oleh pemerintah agar bisa dijadikan sebagai bahan edukasi serta objek pembelajaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

  • Tugu Perdamaian dan Makam

Tempat kedua yang menyimpan sejarah di kota Balikpapan yaitu Tugu Perdamaian dan Makam yang ada di Jalan Soekarno-Hatta KM 13. Tugu Perdamaian tersebut  berwarna biru serta memiliki 2 buah patung kecil yang berada di samping kanan dan kirinya. Tugu Perdamaian dibuat sebagai symbol adanya perdamaian antara Jepang, Australia dan Indonesia. Kemudian makam yang terdapat di lokasi ini diperkirakan adalah makam tentara Jepang yang dahulu gugur di medan perang saat terjadinya perang Dunia II di negeri ini. Tulisan-tulisan yang terdapat di tugu serta makam ini adalah tulisan Jepang. Kemudian saat ini keberadaan bangunan ini dinyatakan sebagai salah satu bangunan bersejarah yang ada di kota Balikpapan.

  • Bunker Jepang

Bangunan ketiga yang menyimpan bukti sejarah mengenai adanya para penjajah yang datang dari Jepang di kota Balikpapan yaitu bunker peninggalan Jepang. Bangunan bunker Jepang ini terdapat di dalam Batalyon Infanteri 600/Raider yang berjumlah 2 bunker. Salah satu dari dua bunker di Batalyon ini masih utuh serta berdiri dengan kokoh, sehingga dapat dilihat bagaimana desain bunker peninggalan Jepang pada masa dahulu. Akan tetapi bunker yang satunya sudah rusak dan hanya meninggalkan reruntuhan bangunan dan masyarakat sekitar memanfaatkannya untuk dijadikan sebagai ladang. Selain di tempat tersebut masih terdapat tempat-tempat bersejarah di kota Balikpapan yang terdapat bunker peninggalan Jepang, lokasi tersebut berada di pesisir Pantai Manggar Balikpapan.

  • Monumen Sumur Minyak Mathikdha

Monumen Sumur Minyak Mathildha atau biasa disebut dengan Tugu Matildha berlokasi di kawasan Jalan Yos Sudarso yang berada di pinggir jalan minyak wilayah Pertamina. Monumen ini merupakan tempat yang memiliki sejarah yang tidak dapat dilupakan bagi kota Balikpapan. Hal tersebut dikarenakan tempat ini merupakan tempat pengeboran minyak yang pertama dilakukan oleh Belanda di kota Balikpapan. Pengeboran minyak pertama kali dilakukan pada tanggal 10 Februari 1897 sehingga tanggal pengeboran tersebut juga digunakan sebagai hari jadi kota Balikpapan.

  • Monumen Perjuangan Rakyat (Menpora)

Sebagian besar masyarakat Balikpapan pastilah mengenal tugu ini. Monumen Perjuangan Rakyat (Menpora) ini berada di Jalan Jendral Sudirman No. 1 Klandasan Ulu Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dahulu monument perjuangan rakyat ini memiliki bangunan yang pondasinya berbentuk trapesium dengan tiga prajurit yang berada diatasnya yang menunjukkan ekspresi bersemangat. Salah satu dari ketiga patung tersebut menggunakan pakaian adat khas Dayak dengan tangan kiri memegang tameng serta tangan kanan mengangkat Mandau. Patung tersebut berdiri di belakang dua patung lain yang mengenakan pakaian tentara yang menancapkan sebilah bamboo di tanah. Ujung bamboo tersebut berkibar bendera merah putih, namun pada tanggal 8 September 2016 patung tersebut roboh. Setelah robohnya patung tersebut menjadi ruang terbuka yang tetap dibuka untuk umum.

Comments are closed.